

JAKARTA, idetik.id – Mabes Polri melakukan rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri. Perubahan jabatan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes Polri maupun pergantian sejumlah Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.
Rotasi ini melibatkan sejumlah jenderal berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) dan Inspektur Jenderal (Irjen), serta beberapa Brigadir Jenderal (Brigjen). Sejumlah pejabat mendapat penugasan baru, sementara sebagian lainnya bergeser ke posisi fungsional maupun penugasan di instansi pemerintah.
Berikut daftar rotasi dan mutasi jabatan yang tercantum:
1. Komjen Pol Wahyu Widada, sebelumnya menjabat Irwasum Polri, dipindahtugaskan ke Kementerian ATR/BPN.
2. Komjen Pol Asep Edi Suheri, sebelumnya Kapolda Metro Jaya, menduduki posisi Irwasum Polri.
3. Irjen Pol Dadang Hartana, sebelumnya Kapolda Maluku, menjadi Kapolda Metro Jaya.
4. Irjen Pol Suwono Nainggolan, sebelumnya Aslog Kapolri, diangkat menjadi Kapolda Maluku.
5. Irjen Pol Agus Dwi Hermawan, sebelumnya Pati Bareskrim Polri, dipercaya menjadi Aslog Kapolri.
6. Komjen Pol Yuda Gustawan, sebelumnya Kabaintelkam Polri, dimutasi sebagai Pati Baintelkam yang ditugaskan di Kantor Staf Presiden (KSP).
7. Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, sebelumnya Pati Baintelkam, dipercaya menjadi Kabaintelkam Polri.
8. Irjen Pol Asep Safrudin, sebelumnya Kapolda Kepulauan Riau, diangkat menjadi Kabareskrim Polri.
9. Komjen Pol Syahardiantono, sebelumnya Kabareskrim Polri, menjadi Pati Bareskrim Polri yang ditugaskan di KSP.
10. Irjen Pol Hery Herjawan, sebelumnya Kapolda Riau, diangkat menjadi Kabaharkam Polri.
11. Irjen Pol Arman Achdiat, sebelumnya Pati Baintelkam Polri, menjadi Kapolda Riau.
12. Irjen Pol Nunung Syaifuddin, sebelumnya Wakabareskrim Polri, menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I.
13. Brigjen Pol Putu Putera Sadana, diangkat menjadi Wakabareskrim Polri.
14. Irjen Pol Panca Putra, sebelumnya Kalemdiklat Polri, menjadi Pati Bareskrim Polri yang ditugaskan di Kementerian Hukum.
15. Irjen Pol Rudi Darmoko, sebelumnya Kapolda NTT, diangkat menjadi Kalemdiklat Polri.
16. Irjen Pol Reza Arief Dewanto, sebelumnya Wadankorbrimob Polri, menjadi Kapolda NTT.
17. Irjen Pol Victor Alexander Lateka, sebelumnya Pati Baintelkam Polri, diangkat menjadi Wadankorbrimob Polri.
18. Irjen Pol Jayadi, sebelumnya Pati Bareskrim Polri, menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I.
19. Irjen Pol Kristiyono, sebelumnya Sahlisosek Kapolri, menjadi Pati Bareskrim Polri yang ditugaskan di BPOM.
20. Irjen Pol Midi Siswoko, sebelumnya Kasespim Lemdiklat Polri, menjadi Sahlisosek Kapolri.
21. Irjen Pol Abdul Karim, sebelumnya Kadivpropam Polri, menjadi Kasespim Lemdiklat Polri.
22. Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, sebelumnya Kakorsabhara Baharkam Polri, menjadi Kadivpropam Polri.
23. Irjen Pol Pipit Rismanto, sebelumnya Kapolda Jawa Barat, menjadi Pati Bareskrim Polri.
24. Irjen Pol Hengki, sebelumnya Kapolda Banten, diangkat menjadi Kapolda Jawa Barat.
25. Brigjen Pol Hendra Kurniawan, diangkat menjadi Kapolda Banten.
26. Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, sebelumnya Kapolda Jawa Tengah, menjadi Wakalemdiklat Polri.
27. Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, sebelumnya Pati Bareskrim Polri, diangkat menjadi Kapolda Jawa Tengah.
28. Irjen Pol Nanang Avianto, sebelumnya Kapolda Jawa Timur, menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I.
29. Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, sebelumnya Wakapolda Metro Jaya, diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur.
30. Brigjen Pol Adex Yudiswan, sebelumnya Dirtipidsiber Bareskrim Polri, menjadi Wakapolda Metro Jaya.
31. Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, sebelumnya Wakadensus 88 Polri, diangkat menjadi Kadensus 88 Polri.
32. Irjen Pol Daniet Adityajaya, sebelumnya Kapolda Bali, menjadi Pati Bareskrim Polri.
33. Brigjen Pol Pasma Royce, sebelumnya Wakapolda Jawa Timur, diangkat menjadi Kapolda Bali.
34. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, sebelumnya Kapolda Sumatera Barat, menjadi Pati Baintelkam Polri.
35. Irjen Pol Jawari diangkat menjadi Kapolda Sumatera Barat.
36. Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, sebelumnya Kapolda Sulawesi Selatan, menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I.
37. Irjen Pol M. Awal Chairuddin diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Selatan.
38. Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, sebelumnya Kapolda Jambi, menjadi Pati Bareskrim Polri.
39. Irjen Pol Widodo, sebelumnya Kapolda Gorontalo, diangkat menjadi Kapolda Jambi.
40. Irjen Pol Nurwowo Danang, diangkat menjadi Kapolda Gorontalo.
41. Irjen Pol Whisnu Hermawan, sebelumnya Kapolda Sumatera Utara, menjadi Wairwasum Polri.
42. Brigjen Pol Sonny Irawan diangkat menjadi Kapolda Sumatera Utara.
43. Irjen Pol Sandi Nugroho, sebelumnya Kapolda Sumatera Selatan, menjadi Pati Bareskrim Polri.
44. Brigjen Pol Rony Samtana diangkat menjadi Kapolda Sumatera Selatan.
45. Irjen Pol Rizal Irawan, sebelumnya Pati Baintelkam Polri, diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah.
46. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, sebelumnya Kapolda Sulawesi Barat, menjadi Pati Bareskrim Polri.
47. Irjen Pol Totok Suharyanto diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Barat.
48. Irjen Pol Andik Setiyono, sebelumnya Waastamarena, diangkat menjadi Astamarena Kapolri.
Rotasi untuk Penguatan Organisasi
Rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran, pengembangan karier, serta optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi kepolisian.
Pergantian sejumlah Kapolda juga menjadi perhatian karena menyangkut kepemimpinan kepolisian di wilayah strategis, termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Bali, Polda Sumatera Utara, Polda Sumatera Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Sulawesi Tengah hingga Polda Sulawesi Barat.
Dengan adanya pergantian tersebut, para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, pengamanan, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Catatan redaksi: Daftar di atas disusun berdasarkan materi mutasi yang diberikan. Untuk memastikan nama, pangkat, jabatan lama, jabatan baru, serta status penugasan secara resmi, perlu dicocokkan dengan surat telegram atau keputusan Kapolri yang menjadi dasar mutasi.
(AFU)




