

KABUPATEN BEKASI, idetik.id – Suasana penuh khidmat, kebersamaan, dan nuansa religius menyelimuti Mushala Nurul Falah, Kampung Rawagebang RT 02/08, Dusun 3, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Ratusan jamaah memadati area mushala dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut dihadiri jamaah ibu-ibu majelis taklim dari berbagai wilayah di Desa Tanjungbaru. Antusiasme jamaah semakin terlihat dengan hadirnya perwakilan majelis taklim dari sejumlah desa tetangga, di antaranya Desa Labansari, Desa Bojongsari, Desa Karangsari, Desa Cipayung, serta sejumlah wilayah lainnya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarjamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Dihadiri Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Aparatur Desa
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan Desa Tanjungbaru.


Di antaranya Kepala Desa Tanjungbaru H. Dudu Sumbali, S.H., Ketua MUI Kecamatan Cikarang Timur K.H. Drs. Burhanudin, Pengurus DKM Darussalam Ustadz Husni Mubarok, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, aparatur Desa Tanjungbaru, serta BPD Dusun 3.
Kehadiran para tokoh tersebut menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjungbaru H. Dudu Sumbali, S.H., menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Suasana acara pun berlangsung semakin hangat ketika H. Dudu Sumbali berinteraksi langsung dengan jamaah melalui pertanyaan-pertanyaan keagamaan. Jamaah yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah doorprize yang telah disiapkan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan antara pemerintah desa dengan masyarakat sekaligus menciptakan suasana kebersamaan dalam momentum keagamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi, Ustadz Ahmad Sidiq, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran maupun materi, sehingga acara dapat terlaksana dengan baik.
Panitia turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan tamu, penyediaan tempat maupun konsumsi.
Mengangkat Semangat Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengusung pesan agar umat Islam senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW serta menjadikan kehidupan Nabi sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Kyai Abdul Ghani Sampaikan Tausiyah Inspiratif
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Kyai Abdul Ghani, penceramah asal Rawamerta, Kabupaten Karawang.
Dalam ceramahnya, Kyai Abdul Ghani mengulas perjalanan kehidupan Rasulullah SAW atau sirah nabawiyah. Jamaah diajak untuk memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW, mulai dari akhlak, kesabaran, keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian, hingga perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, salah satunya dengan berusaha meneladani akhlak dan perilaku beliau.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi, sehingga jamaah tidak hanya mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga semakin terdorong untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Momentum Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri diutusnya Rasulullah SAW sebagai pembawa risalah dan rahmat bagi seluruh alam.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 58:
> “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”
Selain itu, Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anbiya ayat 107:
> “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran Rasulullah Muhammad SAW membawa rahmat dan petunjuk bagi umat manusia.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushala Nurul Falah, masyarakat berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dan semakin kuat. Tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga diwujudkan melalui keteladanan akhlak, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut pun menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga dan majelis taklim di wilayah Desa Tanjungbaru maupun desa-desa sekitarnya.
Abie FU


