Scroll Untuk Baca Artikel
Berita LokalKabupaten Bekasi

PENUH KHIDMAT! Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanjungbaru Membludak, Warga Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah

×

PENUH KHIDMAT! Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanjungbaru Membludak, Warga Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah

Sebarkan artikel ini


CIKARANG TIMUR, idetik.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di halaman Kantor Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (1/11/2026), berlangsung meriah, khidmat, dan penuh nuansa religius. Kegiatan tersebut dipadati jemaah, khususnya ibu-ibu majelis taklim dari berbagai wilayah Desa Tanjungbaru hingga jemaah dari luar desa yang turut hadir untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan umat Islam dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sejak rangkaian acara dimulai, halaman Kantor Desa Tanjungbaru dipenuhi jemaah yang datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam, membangun persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

Sejumlah Tokoh Hadir, Perkuat Kebersamaan Masyarakat

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, aparatur Pemerintah Desa Tanjungbaru, Karang Taruna, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjungbaru.

Turut hadir Ketua KNPI, Mohamad Padli Fauzy, S.IP, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungbaru, Aipda Acep Mirta, serta Iptu Kabar Silaban selaku Kanit Binmas Polsek Cikarang Timur.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran pentingnya membangun sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan religius.

Selain menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, kegiatan Maulid Nabi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat untuk mempererat persaudaraan tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kedudukan.

Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat menjaga kerukunan diharapkan semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Desa Tanjungbaru.

Kepala Desa Tanjungbaru Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tanjungbaru, H. Dudu Sumbali, S.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jemaah serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Desa Tanjungbaru.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, termasuk jemaah dari luar desa. Menurutnya, kebersamaan dan partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam menyukseskan kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, H. Dudu Sumbali juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan acara masih terdapat kekurangan, baik dari segi tempat, fasilitas, maupun hidangan yang disediakan bagi para jemaah.

Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk kerendahan hati sekaligus penghormatan kepada seluruh masyarakat yang telah berkenan hadir.

Ia berharap masyarakat dapat memaklumi apabila masih terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan, mengingat banyaknya jemaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh panitia, aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemuda, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya mempererat hubungan silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia.

Menurut semangat yang terkandung dalam peringatan tersebut, kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti menjaga ucapan, menghormati sesama, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memelihara persatuan dan kerukunan di lingkungan masing-masing.

Tausiyah Ustaz Rd. Kusmananda Mega: Momentum Maulid untuk Meneladani Rasulullah SAW

Setelah rangkaian acara dan sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Rd. Kusmananda Mega, putra almarhum Kang Ibing dari Bandung.

Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah sekaligus memahami kembali nilai-nilai kehidupan yang telah dicontohkan oleh beliau.

Peringatan Maulid Nabi, dalam perspektif pembinaan umat, bukan semata-mata mengenang tanggal kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk mempelajari sejarah perjuangan beliau, memahami ajarannya, dan mengamalkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam beribadah kepada Allah SWT, membangun keluarga, berinteraksi dengan tetangga, menjalankan amanah, maupun memperlakukan sesama manusia dengan penuh kasih sayang.

Salah satu landasan penting dalam meneladani Rasulullah SAW terdapat dalam Al-Qur’an, Surah Al-Ahzab ayat 21.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

(QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam. Oleh karena itu, kecintaan kepada Nabi hendaknya tidak berhenti pada ucapan dan perayaan, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan dalam mengikuti tuntunan beliau.

Meneladani Rasulullah berarti berusaha membiasakan kejujuran, menepati janji, menjaga amanah, bersikap adil, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai tersebut memiliki peran penting untuk membangun lingkungan yang harmonis, memperkuat persaudaraan, dan mencegah timbulnya permusuhan akibat perbedaan pendapat maupun kepentingan.

Rasulullah SAW Diutus untuk Membawa Rahmat bagi Seluruh Alam

Landasan lain mengenai kedudukan Rasulullah SAW terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 107.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya:

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kerasulan Nabi Muhammad SAW membawa rahmat bagi seluruh alam. Ajaran yang beliau sampaikan mengandung nilai kasih sayang, kebaikan, keadilan, dan tuntunan agar manusia menjalani kehidupan yang lebih baik.

Semangat rahmat tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Tanjungbaru. Setiap orang dapat mengambil bagian dalam menyebarkan kebaikan, menjaga hubungan antartetangga, menghormati perbedaan, serta membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat menjadi pengingat bahwa keberagamaan seharusnya tercermin dalam perilaku yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Akhlak Mulia Menjadi Cerminan Kecintaan kepada Rasulullah

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Qalam ayat 4, Allah SWT juga menegaskan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

(QS. Al-Qalam: 4)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kemuliaan akhlak merupakan salah satu sifat utama Rasulullah SAW yang patut diteladani.

Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak mulia dapat diwujudkan melalui sikap santun dalam berbicara, tidak merendahkan orang lain, menjauhi fitnah, mengutamakan musyawarah, serta menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

Nilai-nilai tersebut juga penting bagi para pemimpin, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan generasi muda agar senantiasa mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri: sejauh mana nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial.

Menumbuhkan Kecintaan kepada Nabi melalui Selawat

Selain meneladani akhlak Rasulullah, umat Islam dianjurkan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 56.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

(QS. Al-Ahzab: 56)

Ayat ini menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Namun, kecintaan tersebut juga perlu dibarengi dengan upaya memahami ajaran beliau dan menerapkannya secara nyata dalam kehidupan.

Dengan memperbanyak selawat, mempelajari sejarah Nabi, menjaga ibadah, dan memperbaiki akhlak, umat Islam diharapkan semakin dekat dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Maulid Nabi sebagai Momentum Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tanjungbaru menjadi salah satu sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam.

Banyaknya jemaah yang hadir menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki daya untuk menyatukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa, unsur kepemudaan, dan aparat keamanan juga memperlihatkan pentingnya kerja sama berbagai elemen dalam mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis.

Semangat kebersamaan tersebut diharapkan tidak hanya terlihat ketika kegiatan keagamaan berlangsung, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, gotong royong, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Pada akhirnya, esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terletak pada kesungguhan umat untuk mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah SAW.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Tanjungbaru diharapkan semakin memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, nilai-nilai Islam diharapkan semakin nyata dalam keluarga, lingkungan masyarakat, serta dalam setiap bentuk pengabdian kepada sesama.

(Abie FU)

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!