idetik.id |CIKARANG TIMUR – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Bekasi periode 2026–2034 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026, tokoh masyarakat Cikarang Timur, Abie FU, menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Selasa 18/8/2026.
Menurut Abie FU, pesta demokrasi di tingkat desa merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dianggap mampu membawa kemajuan bagi desa masing-masing. Namun, perbedaan pilihan politik hendaknya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan, saling membenci, apalagi sampai merusak hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.
“Berbeda pilihan dalam demokrasi itu merupakan hal yang wajar. Berbeda bendera juga tidak menjadi persoalan, karena setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihannya. Tetapi jangan sampai karena perbedaan pilihan, kita menjadi saling membenci, bermusuhan, bahkan hubungan dengan tetangga dan saudara menjadi rusak,” pesan Abie FU.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa setelah pelaksanaan Pilkades selesai, seluruh warga akan kembali hidup berdampingan sebagai tetangga, saudara, teman, dan bagian dari satu lingkungan masyarakat. Karena itu, menurutnya, kepentingan persaudaraan dan kerukunan harus ditempatkan di atas kepentingan politik sesaat.
Abie FU juga mengajak masyarakat Cikarang Timur dan seluruh warga Kabupaten Bekasi untuk menjadikan Pilkades 2026 sebagai sarana belajar berdemokrasi secara sehat dan dewasa. Demokrasi, kata dia, bukan hanya mengenai kemenangan dan kekalahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menghargai perbedaan pilihan serta menerima hasil pemilihan dengan penuh kedewasaan.
“Kalau pilihan kita berbeda, jangan kemudian kita memutus silaturahmi. Kita belajar berdemokrasi yang sehat. Silakan menentukan pilihan masing-masing sesuai hati nurani, tetapi tetap jaga persaudaraan, keamanan, dan kondusifitas lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses demokrasi. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan calon kepala desa yang dianggap terbaik. Namun, kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain.
Abie FU juga mengimbau para pendukung masing-masing calon kepala desa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta menghindari penyebaran kabar bohong, ujaran kebencian, provokasi, maupun berbagai bentuk informasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, suasana Pilkades harus tetap diwarnai dengan persaingan yang sehat, santun, dan bermartabat. Para calon kepala desa beserta tim pendukungnya juga diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat dengan mengedepankan etika, menghormati sesama calon, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana.
“Jangan karena beda calon kita kemudian saling menjatuhkan. Jangan sampai pesta demokrasi justru meninggalkan permusuhan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat, kita harus tetap mendukung pembangunan desa dan menjaga persatuan,” tutur Abie FU.
Lebih lanjut, Abie FU mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap warga dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang, rekam jejak, kemampuan, integritas, serta visi dan misi calon, bukan karena tekanan maupun ajakan yang dapat memecah belah persatuan.
Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Keamanan dan kondusifitas bukan hanya tugas aparat. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, sampai tingkat desa. Mari kita sama-sama menjaga suasana agar Pilkades berjalan aman, damai, tertib, dan lancar,” katanya.
Abie FU berharap pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten Bekasi periode 2026–2034 pada 20 September mendatang dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat desa. Siapa pun calon yang terpilih nantinya, masyarakat diharapkan dapat menerima hasil pemilihan secara bijaksana dan kembali bersatu membangun desa.
Ia menegaskan bahwa kemenangan seorang calon kepala desa bukan berarti kemenangan satu kelompok saja, melainkan kemenangan seluruh masyarakat apabila proses demokrasi berlangsung secara jujur, damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang paling penting bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah. Yang paling penting adalah setelah Pilkades kita tetap menjadi saudara, tetap menjadi tetangga, tetap menjaga silaturahmi dan bersama-sama membangun desa. Beda pilihan itu biasa, tetapi persaudaraan jangan sampai hilang,” pungkas Abie FU.
Dengan pesan tersebut, Abie FU mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya warga Cikarang Timur, untuk menyambut Pilkades serentak 2026 dengan semangat persatuan dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Berbeda pilihan tetap bersaudara, berbeda dukungan tetap bertetangga, dan setelah pesta demokrasi selesai, seluruh masyarakat kembali bersama-sama menjaga keamanan serta membangun daerah.
Red”Redaksi


