Scroll Untuk Baca Artikel
CikarangKabupaten BekasiNewsPemerintahPendidikanProvinsi jawa Barat

Gemuruh Shalawat Guncang Kampung Rengas Sepuluh Ratusan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

×

Gemuruh Shalawat Guncang Kampung Rengas Sepuluh Ratusan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Sebarkan artikel ini

idetik.id | CIKARANG TIMUR — Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Jamie Nurul Huda pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Masjid yang terletak di Kampung Rengas Sepuluh RT 002/006, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, ini tampak tumpah ruah oleh jamaah yang hadir untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah.

Acara akbar ini dihadiri oleh ratusan jamaah, yang didominasi oleh kaum ibu-ibu dari seluruh penjuru Desa Labansari dan luar Desa Labansari. Kehadiran Kepala Desa Labansari H. Amak Gozali, Sekretaris Desa Labansari Deni Yogaswara, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Karang Taruna, serta aparatur Desa Labansari semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan kekeluargaan dalam syiar Islam tersebut.

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

Rangkaian Acara yang Meriah dan Khidmat

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini diisi dengan berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari sambutan-sambutan hangat dari panitia dan tokoh setempat, hingga penampilan seni Hadroh yang dibawakan secara memukau oleh kelompok ibu-ibu pengajian Desa Labansari. Penampilan ini menjadi bukti nyata semangat kaum perempuan dalam melestarikan seni Islam dan mencintai Baginda Nabi SAW.

Kepala Desa Labansari, H. Amak Gozali, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini. Dalam komentarnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat nilai-nilai gotong royong dan keagamaan di tengah masyarakat Desa Labansari. Beliau juga berpesan agar semangat kebersamaan ini terus dijaga demi mewujudkan masyarakat desa yang religius, harmonis, dan bermartabat.

 

Sebagai puncak acara, jamaah disuguhkan tausyiah yang sarat makna oleh penceramah kondang asal Purwasari, Cikampek, Kabupaten Karawang, KH. Saepul Hayati, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan kembali pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, berumah tangga, maupun dalam bernegara.

 

Landasan Dalil Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi merupakan wujud kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Secara substansial, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas diutusnya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Yunus ayat 58:

 

Katakanlah:‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Rahmat Allah itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’. (Q.S. Yunus: 58)

Dalam kitab Tafsir al-Razi dan Tafsir al-Qurtubi, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Karunia” (Fadhl) adalah ilmu/Islam, dan “Rahmat” (Rahmah) adalah Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana penegasan Allah SWT dalam Q.S. Al-Anbiya ayat 107:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. Al-Anbiya: 107)

Oleh karena itu, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan cara berkumpul untuk membaca Al-Qur’an, mendengarkan kisah teladan beliau (sirah nabawiyah), bershalawat, serta bersedekah merupakan amal shaleh yang sangat dianjurkan. Hal ini sejalan dengan semangat mencintai Nabi yang merupakan bagian dari kesempurnaan iman, sebagaimana sabda beliau: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami’ Nurul Huda ini, diharapkan masyarakat Desa Labansari, Cikarang Timur, semakin mempererat ukhuwah islamiyah dan senantiasa istiqomah dalam mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Red”Abie FU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!