

JAKARTA, idetik.id – Nama Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali menjadi perhatian publik seiring pembahasan mengenai sosok yang berpotensi menduduki posisi strategis di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Saat ini, Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 menggantikan Marthinus Hukom. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025.
Suyudi kemudian resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) setelah mengikuti Upacara Korps Raport yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 12 September 2025.
Lulusan Akpol 1994
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Suyudi melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Kariernya di kepolisian banyak bersentuhan dengan bidang reserse dan penegakan hukum. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di tubuh Polri.
Mengawali Karier di Reserse
Pada awal perjalanan kariernya, Suyudi bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya, antara lain sebagai Kanit II Resmob dan Kanit Jatanras.
Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan kewilayahan, termasuk Kapolsek Metro Pasar Minggu dan Kapolsek Metro Tanah Abang.
Pengalaman di bidang reserse juga diperkuat ketika dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim di sejumlah wilayah, antara lain Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Tangerang Kota, dan Polres Metro Jakarta Barat.
Kariernya terus berkembang. Suyudi kemudian dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Pernah Menduduki Jabatan Strategis di Polda Metro Jaya dan Bareskrim
Pada 2019, Suyudi dipercaya mengemban jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Setelah itu, ia menjalani penugasan di Bareskrim Polri. Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah dipercaya sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus), Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber), serta Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.
Pengalaman tersebut memperluas rekam jejak Suyudi dalam menangani berbagai bentuk tindak pidana, termasuk perkara ekonomi dan kejahatan siber.
Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten
Pada 2023, Suyudi mendapat kepercayaan sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Setahun kemudian, tepatnya pada Juni 2024, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten. Jabatan tersebut menjadi salah satu posisi penting dalam perjalanan kariernya sebelum kemudian ditugaskan memimpin BNN RI.
Dengan pengalaman di tingkat kewilayahan, reserse, Bareskrim, hingga pimpinan kepolisian daerah, Suyudi memiliki perjalanan karier yang panjang di lingkungan Polri.
Dipercaya Memimpin BNN RI
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN RI pada 25 Agustus 2025. Sejak saat itu, ia memimpin lembaga yang memiliki tugas dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Dalam menjalankan tugasnya di BNN, Suyudi juga menekankan pentingnya kerja profesional, integritas, komunikasi, serta pendekatan humanis dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Pada Januari 2026, Suyudi memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara. Penganugerahan tersebut dikaitkan dengan kontribusi dan pengabdiannya dalam bidang hukum, termasuk penegakan hukum pidana dan pemberantasan tindak pidana narkotika.
Pengalaman Panjang Menjadi Modal Rekam Jejak
Dengan perjalanan karier sejak lulusan Akpol 1994, Suyudi telah melewati berbagai jenjang penugasan, mulai dari fungsi reserse, kepemimpinan di tingkat polres, penugasan di Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN RI.
Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNN, Suyudi juga memimpin pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Pada rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Februari 2026, BNN memaparkan capaian penanganan perkara narkotika sepanjang 2025, termasuk pengungkapan 773 kasus dengan 1.214 tersangka serta penyitaan berbagai barang bukti narkotika.
Nama Suyudi juga tercatat dalam sejumlah agenda kenegaraan dan kelembagaan sepanjang 2025–2026 dalam kapasitasnya sebagai Kepala BNN RI.
Dengan demikian, profil Suyudi Ario Seto mencerminkan perjalanan panjang seorang perwira Polri yang berkarier terutama di bidang reserse dan kemudian dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis hingga menjadi Kepala BNN RI berpangkat Komjen Pol.Catatan redaksi: informasi yang Anda kirim menyebut Suyudi sebagai calon Kapolri yang diusulkan Presiden Prabowo, tetapi sumber resmi yang saya temukan saat ini memverifikasi Suyudi sebagai Kepala BNN RI dan tidak memverifikasi klaim tersebut. Karena itu, bagian tersebut tidak saya tulis sebagai fakta dalam berita.
(AFU)










