Scroll Untuk Baca Artikel
Hukum

Pledoinya Jhon Field: Tertekan, Perusahaan Hampir Bangkrut, Keluarga Terpisah

×

Pledoinya Jhon Field: Tertekan, Perusahaan Hampir Bangkrut, Keluarga Terpisah

Sebarkan artikel ini


Idetik.id | JAKARTA – Jhon Field, pemilik PT Blueray Cargo , membacakan nota pembelaan pledoi dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tipikor, Senin 29/6/2026 . Ia mengaku menyesal dan memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya.

‎Menyesal dan Introspeksi Diri

‎Di hadapan majelis hakim, Jhon menyampaikan penyesalan atas statusnya sebagai terdakwa.

‎”Pertama-tama, saya menyampaikan penyesalan sedalam-dalamnya atas seluruh keadaan yang membawa saya dan rekan kerja berada di posisi terdakwa. Proses hukum ini jadi kesempatan introspeksi dan merenungkan setiap peristiwa,” ujarnya.

‎Perusahaan Nyaris Bangkrut, 1.100 Karyawan PHK

‎Jhon menyebut perusahaan yang dirintis dari nol kini nyaris berhenti. PT Blueray Cargo yang sebelumnya mempekerjakan 1.300 karyawan , kini tersisa 200 orang.

‎”Lebih dari 1.100 orang kehilangan pekerjaan. Ini beban besar bagi saya, karena saya memikirkan kehidupan mereka yang bergantung pada perusahaan,” katanya.

‎Berada di Bawah Tekanan

‎Soal uang yang jadi pokok perkara, Jhon menegaskan bukan kehendak bebasnya. Ia mengaku tertekan dan khawatir operasional perusahaan terhenti.

‎”Pemberian uang itu tidak lahir dari kehendak bebas saya. Terjadi dalam tekanan terus-menerus dengan permintaan nilai besar. Saya khawatir usaha terganggu bahkan berhenti jika tidak dipenuhi,”ucapnya.

‎Ia membantah punya niat merusak integritas negara atau mencari untung melawan hukum. “Yang saya lakukan hanya karena khawatir usaha tetap jalan sehingga pekerja bisa bertahan,” ujarnya.

‎Kooperatif dan Terpisah dari Keluarga

‎Jhon menyebut dirinya kooperatif sejak penyidikan hingga sidang, dengan keterangan jujur dan tidak mempersulit proses hukum.

‎Dampaknya juga dirasakan keluarga. “Saya tidak bisa mendampingi istri dan anak, tidak bisa jalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, dan hanya bisa membayangkan kesulitan mereka saat saya ditahan,” katanya.

‎Mohon Hukuman Seringan-ringannya
‎Menutup pledoi, Jhon meminta hakim mempertimbangkan fakta persidangan, sikap kooperatif, serta dampak ke perusahaan dan ribuan pekerja.

‎”Dengan kerendahan hati, saya mohon Yang Mulia berkenan menjatuhkan putusan seadil-adilnya dan pidana yang seringan-ringannya kepada saya,”tutupnya (Nr/read).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!