Scroll Untuk Baca Artikel
BencanaBusinessDinas lingkungan hidupHukumKabupaten BogorMabes PolriNewsPemerintahPol ppPolda Jawa BaratPolriProvinsi jawa Barat

Tanpa Memperhatikan Prinsip Tata Kelola Yang Baik Para Penambang PETI Diwilayah Ciguha Menjamur : Berpotensi Besar Rusaknya Hutan Lindung Dan Lingkungan Sekitar

×

Tanpa Memperhatikan Prinsip Tata Kelola Yang Baik Para Penambang PETI Diwilayah Ciguha Menjamur : Berpotensi Besar Rusaknya Hutan Lindung Dan Lingkungan Sekitar

Sebarkan artikel ini
oplus_0

idetik.id | Kabupaten Bogor – Hasil investigasi awak media diduga adanya kegiatan penambangan tanpa ijin (PETI) diKampung Ciguha, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melaporkan adanya dugaan aktivitas pengolahan emas ilegal yang diduga menggunakan tong dan gelundungan emas di wilayah tersebut. Lokasi yang dimaksud berada di sekitar kawasan tambang milik PT Antam dan sekitarnya.

Menurut keterangan awak media yang investigasi ke lokasi setempat, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan melibatkan beberapa pihak. Warga menyebut dua orang yang kerap dikaitkan dengan aktivitas tersebut berinisial Galen dan Wili, yang disebut-sebut memiliki peran dalam pengelolaan penambangan tanpa ijin (PETI)

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

“Beberapa kali terlihat tong dan gelundungan yang diduga digunakan untuk pengolahan emas. Aktivitasnya dilakukan secara tertutup,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (12-02-2026)

Warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan dari dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut, terutama terkait penggunaan bahan kimia berbahaya yang berpotensi mencemari sungai dan lahan pertanian di sekitar Kampung Ciguha.

Selain di Kampung Ciguha, dugaan aktivitas serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lain di sekitar area tambang PT Antam. Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan juga masih dilakukan.

Awak media meminta adanya penindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti, demi menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal.

Red”Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!