idetik.id | Tangerang Selatan – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat ke permukaan setelah informasi beredar bahwa PT Harapan Kita Doa Internusa (PT HK) diduga mengirimkan solar jenis non-industri ke PT Ratu Resmon Agung, yang saat ini tengah mengerjakan proyek konstruksi di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Senin, 11/08/2025
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa solar tersebut seharusnya diperuntukkan bagi sektor non-komersial atau dengan harga subsidi pemerintah, namun justru digunakan untuk keperluan proyek komersial yang dikelola oleh PT Ratu Resmon Agung.
Saat dikonfirmasi Slamet yang mengaku sebagai pengurus dari PT HK (Harapan Kita Doa Internusa) mengatakan Solar yang kami kirim dari serang dan itu resmi solar Industri melalui telpon seluler (whatsapp) Selasa, 04/08/2025
Selanjutnya tim dari awak media meminta dokumennya tapi hingga berita ini di muat Slamet tidak mengirim dokumen apapun


“Jika benar BBM jenis solar bersubsidi digunakan untuk proyek ini, maka jelas ada pelanggaran terhadap regulasi distribusi energi nasional,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya. Ia juga menambahkan bahwa praktik semacam ini bukan hanya merugikan negara dari sisi finansial, tetapi juga merusak tata kelola distribusi energi yang telah diatur pemerintah.
Proyek BSD sendiri diketahui merupakan proyek skala besar yang melibatkan berbagai kontraktor dan subkontraktor. Namun, belum ada keterangan resmi baik dari pihak PT HK maupun PT Ratu Resmon Agung mengenai dugaan ini.


Pihak Pertamina maupun BPH Migas juga belum memberikan pernyataan terkait dugaan ini. Jika terbukti, kedua perusahaan tersebut bisa dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Migas dan aturan terkait distribusi BBM bersubsidi.
Pengamat energi, Dimas Suryanto, mengatakan bahwa pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi harus diperketat. “Perusahaan-perusahaan yang menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi untuk kepentingan proyek komersial harus ditindak tegas. Hal ini penting agar subsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak,” jelasnya.
Temuan ini masih dalam tahap menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak terkait, dan masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut dugaan ini secara menyeluruh.
Red”Team












