Scroll Untuk Baca Artikel
Kabupaten KarawangKementrian agamaNewsPemerintahProvinsi jawa Barat

Kemeriahan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dan Santunan Yatim Piatu Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Hikmah Kiarapayung Karawang

×

Kemeriahan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Dan Santunan Yatim Piatu Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Hikmah Kiarapayung Karawang

Sebarkan artikel ini

idetik.id |KABUPATEN KARAWANG – Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Hikmah Kiarapayung Ciampel, Karawang pimpinan Kyai Basri Hamid menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Yatim Piatu 1447 H. Sabtu, 25 Oktober 2025.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh Santriwan dan Santriwati, Kepala Desa Mulyasejati Jumadi berserta aparatur Desa lainnya, para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Karang Taruna, serta Jama’ah lainnya.

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

Pembukaan acara di mulai dengan alunan Hadroh dari Santriwan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Hikmah pukul 19.30 Wib.

Susunan acara sebagai berikut:
1. MC pukul 20:00 Wib, M Padilah dan Wahyudin.
2. Pembacaan hadiah pukul 20:05 Wib – 20:10 Wib, oleh Ustadz Dudi.
3. Pembacaan ayat suci Al’Qur’an, pukul 20:10 Wib – 20:15 Wib, oleh Ustadz Jeje Fauzi.
4. Sholawat, pukul 20:15 Wib – 20:30 Wib oleh Santri Miftahul Huda Al-Hikmah.
5. Sambutan- sambutan, pukul 20:30 Wib – 22:00 Wib.
• Sambutan Panitia dan gelar sorban.
• Kepala Desa Jumadi.
• Pimpinan Ponpes dan Santunan.
6. Tausyiah Inti, pukul 22:00 Wib.

• KH Maman Zaelani.
• Aang Oki Firdaus, Pendiri Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus.
7. Pembacaan doa oleh Ustadz Abdul Hamid.

> Ketua Panitia acara Ustadz Usman Mulyadi menyampaikan dalam sambutannya, “Saya atas nama panitia mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan suportnya sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Juga saya mohon maaf jika dalam sambutan, tempat dan jamuannya banyak kekurangannya, saya mohon di maafkan sebesar-besarnya”, ucap Ketua Panitia.

Kilas balik sejarah perjuangan Rosulullah.

Mengingat Perjuangan Nabi Muhammad
Dahulu, Rasulullah melakukan syiar Islam melalui dua fase yang berbeda. Fase pertama, melakukan syiar secara sembunyi-sembunyi yang berlangsung selama 3 tahun pertama di masa kenabian. Nabi Muhammad melakukan dakwah kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu, seperti keluarga, dan para sahabat.

Setelah itu, turunlah wahyu surat Al-Mudatsir ayat 1-7 untuk melakukan syiar Islam secara terang-terangan. Ketika melakukan syiar secara terbuka, desakan dari kaum Quraisy semakin kencang. Saat peristiwa Isra Miraj, kaum Quraisy tidak segan untuk menuduh bahwa apa yang dilakukan Nabi Muhammad adalah sebuah kebohongan.

Namun Nabi Muhammad tidak menyerah begitu saja, dengan dukungan dari para sahabat dan kerabat terdekat, Rasulullah menjadi tangguh dan strategis dalam melakukan perjuangannya. Maka perayaan Maulid Nabi ini menjadi momentum untuk mengingat perjuangan Nabi Muhammad untuk berdakwah, bahwa Islam membawa kebaikan dengan berpedoman kepada Al-Quran dan Hadits.

مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barangsiapa yang membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk keperluan mengadakan pembacan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga.”

Peringatan Maulid Nabi kali ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat Desa Mulyasejati.

Red”‘Abie FU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!