idetik.id |CIKARANG TIMUR – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Cikarang Timur kembali terendam banjir untuk kedua kalinya dalam sepekan, Jumat (23/01/2026).
Menanggapi situasi darurat tersebut, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cikarang Timur bergerak cepat melakukan monitoring kewilayahan di dua titik terdampak paling parah, yakni Desa Karangsari dan Desa Labansari.
Debit Sungai Citarum dan Cibeet Meluap
Banjir kali ini merupakan kiriman kedua setelah sebelumnya wilayah tersebut sempat terendam pada Minggu (18/01/2025). Akibat hujan yang tidak kunjung reda, debit air di Sungai Citarum dan Anak Sungai Cibeet kembali meluap.
Kondisi ini menyebabkan pemukiman warga yang berada di bantaran kedua sungai tersebut terendam air. Aktivitas warga pun lumpuh karena ketinggian air yang cukup signifikan masuk ke area perkampungan.


Peninjauan Langsung dan Penyerahan Bantuan
Dalam giat monitoring ini, hadir langsung Sekretaris Camat (Sekcam) Cikarang Timur, H. Aris Sadikin Asnawi, S.E., M.M., didampingi oleh Kapolsek Cikarang Timur, AKP Sugiharto.
Saat tiba di Desa Labansari, rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Labansari, H. Amak Gozali. Pada kesempatan tersebut, Sekcam Cikarang Timur menyerahkan bantuan logistik secara simbolis kepada pihak desa untuk segera didistribusikan kepada warga terdampak.


“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga serta memastikan koordinasi di lapangan berjalan baik. Hari ini kami menyerahkan bantuan berupa mie instan, kopi, dan kebutuhan logistik lainnya sebagai langkah awal penanganan darurat,” ujar H. Aris Sadikin Asnawi di sela-sela peninjauan.
Himbauan Keamanan
Kapolsek Cikarang Timur, AKP Sugiharto, juga menghimbau warga agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pihak kepolisian bersama unsur TNI dan Satpol PP terus bersiaga untuk membantu evakuasi jika debit air terus mengalami kenaikan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus memantau titik-titik rawan banjir dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Red : Abie FU












