idetik.id | Banten – Pristiwa tgl 3 januari 2025 yang trjadi di jembatan Bogeg menjadikan trauma yang mendalam bagi dua orang jurnalis idetik.id dan koran sinarpagi.
Pada saat itu kedua jurnalis memergoki adanya dua orang yang sedang berjualan obat terlarang jenis eksimer dan estazolam diblakang kecamatan kameri yang memang sudah lama kami pantau atas dasar laporan warga.
Kamipun menangkapnya yang kebetulan dibantu tiga orang warga,yang satu orang melarikan diri sedangkan yang satunya tidak sempat lari.


Saat diprjalanan cerita banyak terkait penjualan obat karna terpaksa dan jauh diprantawan istri lagi hamil muda.
Sesampainya di gerbang polda mampir sebentar ngopi karna kalau didalam kantin tutup karna sudah jam 12 malam saat itu.
Saat itulah ada permohonan dari si penjual obat agar tidak dimasukan bikin sepakat dan janji tidak akan mengulangi jualan obat asal dipulangkan,Kesepakatan terjadi dan mobilpun mengarah pulang guna mengantar penjual obat,Baru kurang lebih dua kilometer di jembatan bogeg dari lawan arah datang segerombolan motor kurang lebih 10 motor yang berboncengan langsung menyerang tanpa basa basi memukuli pake alat Seadanya dan merusak mobil sambil melontarkan tuduhan memeras dan merampas dua unit motor.
Saat lagi rampe orang mengeroyok ada salah seorang yang memberikan hp karna ada yang video call seseorang yang bernama gesti ,
Setelah video call keadaan bukannya reda malah semakin brutal orang orang itu.
Setelah kurang lebih setengah jam peristiwa terjadi datanglah anggota yg berpakaian preman mengamankan dan membawa kami ke polda banten.
Setelah di ruang reskrim musyawarah dan atas permintaan gesti sebagai korlap lapangan agar masalah diselesaikan diluar,sepakat kamipun pulang mengurus diri masing masing.
Tapi sampai saat ini kesepakatan belum terjadi,Malah kesannya berat sebelah. Padahal waktu pertemuan disaksikan ketua gwi kabupaten,Jelas jelas dari pisik kami yang babak belur mobil hancur hp direbut tidak dikembalikan.


Yang lebih parah harga diri yang menibulkan kesan masyarakat dan trauma keluarga sulit untuk menjernihkan kepercayaaan lantaran beredarnya vidio yang sengaja disebar di grup penjual obat terlarang.
Sampai brita ini ditayangkan gesti blum bisa ditemui karna alasan lagi ada hajatan kluarga di bogor.
Red”Asep kaperwil Jawa Barat












