Scroll Untuk Baca Artikel
Kabupaten CianjurNewsPemerintahProvinsi jawa Barat

Diduga kelalaian Pemerintah setempat, satu keluarga korban gempa di Cianjur sudah 3 tahun masih tinggal di Tenda

×

Diduga kelalaian Pemerintah setempat, satu keluarga korban gempa di Cianjur sudah 3 tahun masih tinggal di Tenda

Sebarkan artikel ini

idetik.id | Cianjur – Suatu kisah yang memilukan dan memprihatinkan atas nasib yang dialami oleh satu keluarga sebut saja pak Mamat (54 th) dan istri nya ibu Anah (59 th) , yang mengalami dampak gempa 3 tahun yang lalu di Cianjur, mereka dan keluarganya sampai saat ini hampir sudah 3 tahun tinggal di tenda.

Rumah nya mengalami ruksak berat karena guncangan gempa yang terjadi sekitar bulan nopember tahun 2022, ironis nya hampir semua tetangganya di sekitar tempat tinggal nya tepat nya di kp.Cicariang RT 02 RW 05 Desa Ciwalen Kec.Warung Kondang Kab.Cianjur semua nya sudah mendapat bantuan gempa dari pemerintah, dan sudah dibangunkan rumah, pemandangan mencolok memang sangat terlihat jelas tempat tinggal pak Mamat dan keluarganya yang masih tinggal di tenda.

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

Pada hari minggu 08 November 2024 ,sekitar jam 10 pagi, kami dari media idetik.id menyambangi rumah tenda pak Mamat dan istri nya ibu Anah, saat melakukan wawancara ibu Anah istri pak Mamat sangat lantang menceritakan kronogis kejadian, kenapa sampai saat ini belum juga mendapat bantuan, dengan nada terbata bata menceritakan kisah nya: awalnya kami kedatangan seorang petugas yang mengaku dari BPBD kab.Cianjur yang berinisial (H) dia berjanji akan mengurus proses pengajuan nya mulai dari proses validasi berkas, selang beberapa hari, datang lagi seseorang yang berinisial (I) nengaku teman nya inisial (H) dan berbicara bahwa untuk proses pengajuan pencairan dana bantuan gempa membutuhkan biaya, awal nya minta biaya 200 ribu validasi berkas, dan berulang ulang minta biaya ke pihak ibu Anah dan suami nya, hingga total untuk menguruskan proses pengajuan bantuan gempa sudah habis hampir 2 juta an, begitu pengakuan ibu Anah kepada kami dari Media idetik.id.

Satu keluarga yang masih tinggal di tenda ini, sudah sangat lelah menunggu bantuan gempa yang tak kunjung cair juga, sehingga ibu Anah mendatangi kantor Desa Ciwalen untuk menanyakan, kenapa bantuan dana gempa belum cair juga sedangkan tetangga nya, semua sudah pada cair dan sudah pada membangun rumah nya? Saat datang ke kantor Desa Ciwalen, kebetulan di situ ada ketua RT wilayah ibu Anah tinggal yaitu berinisial ( US), dengan nada bicara agak tinggi ibu Anah menanyakan kenapa kok belum cair? , kok keluarga kami di anak tirikan? pungkas nya, saat itu hadir juga kepala Desa Ciwalen bapak Dadang Sutisna, dan bapak Kades mengajak ibu Anah ke ruang kerja nya, di situ pak Dadang bercerita kenapa dana bantuan gempa ibu Anah belum cair karena tidak ada dukungan dari pihak ketua RT ibu Anah tinggal, mendengar pengakuan pak Kades, ibu Anah kaget dan dia berkesimpulan bahwa berkas berkas pengajuan dana bantuan gempa milik nya , ada dugaan kuat dan kesengajaan tidak di masukkan ke dalam sistem pemberkasan di desa sehingga gak akan cair sampai kapanpun karena setelah di konfirmasi ke pihak BPBD ka.Cianjur berkas valisasi pengajuan dana gempa atas nama pak Mamat suami ibu Anah , tidak pernah masuk di data base BPBD , kemungkinan data nya tidak dimasukkan oleh pihak RT atau Desa, yang menjadi kekesalan ibu Anah dan keluarganya ada info bahwa proses bantuan dana gempa sudah ditutup.

Sebagai lembaga Pers dan mempunyai fungsi sosial kontrol, kami dari Media idetik.id sangat menyayangkan atas kejadian ini, dan memohon kepada pemerintah pusat khususnya Pemkab Cianjur, untuk memperhatikan atas aduan warga yang kemungkinan masih banyak warga yang senasib dengan pak Mamat dan istri nya ibu Anah, korban terdampak gempa yang hidup nya masih di tenda dan tidak mendapat bantuan,

Red”Kabiro Cianjur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!