

KABUPATEN BEKASI — Suhu politik di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, mulai memanas. Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026–2034 resmi memasuki babak krusial setelah panitia penyelenggara menggelar Rapat Pleno Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa, Kamis (10/9/2026).
Acara yang berlangsung khidmat namun penuh antusiasme ini dihadiri oleh jajaran panitia pemilihan, unsur Muspika, aparat keamanan dari kepolisian dan TNI, para saksi, serta tokoh masyarakat setempat. Atmosfer ketegangan langsung mencair ketika masing-masing kandidat membuka amplop undian nomor urut yang menentukan posisi mereka pada surat suara mendatang.


Dalam prosesi pengundian tersebut, salah satu kandidat kuat, Darma Ali, secara resmi ditetapkan dan meraih nomor urut dua. Perolehan nomor urut ini disambut positif oleh para pendukung setianya yang hadir di lokasi. Bagi kubu Darma Ali, angka dua seringkali diidentikkan dengan simbol keseimbangan, kemenangan, dan kesinambungan pembangunan.
Peta Kekuatan Empat Kandidat Kuat
Pilkades Kedungwaringin periode 2026–2034 dipastikan menjadi salah satu kontestasi paling kompetitif di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, bursa pencalonan diramaikan oleh figur-figur populer yang memiliki basis massa riil di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil penetapan panitia, bursa Calon Kepala Desa Kedungwaringin diisi oleh empat orang kandidat resmi, yaitu:
• Wawan Setiawan
• Hajjah Tita Komala, S.Pd.I
• H. Ibnu Rusdi, S.E.
• Darma Ali


Keempat kandidat ini memiliki rekam jejak dan ketokohan yang kuat di desanya masing-masing. Wawan Setiawan dikenal luas sebagai figur merakyat dengan jejaring sosial yang luas di tingkat akar rumput. Sementara itu, Hajjah Tita Komala, S.Pd.I, membawa warna religius dan pendekatan kultural yang kuat melalui latar belakang pendidikannya. Dari kalangan ekonomi dan bisnis, H. Ibnu Rusdi, S.E., diunggulkan berkat kapasitas manajerial dan pengalaman finansialnya yang matang. Di sisi lain, Darma Ali tampil sebagai representasi kaum energik yang membawa visi pembaharuan tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan akuntabel.
Komitmen Menjaga Kondusifitas Wilayah
Usai pengundian nomor urut, pihak panitia bersama aparat keamanan langsung memberikan pengarahan kepada seluruh calon dan tim sukses. Seluruh kandidat diimbau untuk berkompetisi secara sehat, menghindari kampanye hitam (black campaign), serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama tahapan pilkades berlangsung.
Masyarakat Kedungwaringin kini menaruh harapan besar kepada para kandidat untuk menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan desa selama masa bakti 2026–2034. Siapakah di antara keempat tokoh ini yang akhirnya akan menduduki kursi kepemimpinan tertinggi di Desa Kedungwaringin? Seluruh mata kini tertuju pada masa kampanye yang akan segera dimulai.
(Abie FU)


