

KABUPATEN BEKASI, idetik.id – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Bekasi, atmosfer hangat mulai dirasakan di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Cikarang Timur. Pesta demokrasi tingkat lokal ini kerap kali menghadirkan dinamika tinggi di tengah masyarakat karena kedekatan emosional pemilih dengan para calon kepala desa. Senin 31/8/2026.
Menyikapi potensi kerawanan sosial tersebut, tokoh masyarakat Cikarang Timur, Abie FU, menyampaikan seruan penting agar seluruh elemen masyarakat mampu berdemokrasi secara dewasa. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades tidak boleh menjadi alasan untuk merusak kerukunan yang telah lama terjalin antartetangga, teman, maupun saudara.
Demokrasi sebagai Sarana Belajar Bersama
Abie FU mengajak masyarakat Cikarang Timur dan Kabupaten Bekasi secara luas untuk memandang Pilkades bukan sebagai ajang perpecahan, melainkan sebagai sarana pembelajaran politik yang matang. Kedewasaan dalam berdemokrasi diuji ketika masyarakat mampu berbeda pandangan tanpa harus saling menjatuhkan atau memelihara kebencian.
Menjaga Ikatan Kekeluargaan di Atas Politik Praktis
Dalam keterangannya, Abie mengingatkan bahwa kontestasi kepemimpinan desa bersifat sementara, tetapi hubungan kekerabatan, persahabatan, dan bertetangga bersifat selamanya. “Berbeda pilihan tetap bersaudara, berbeda dukungan tetap bertetangga,” tegasnya. Setelah pesta demokrasi usai, seluruh warga akan kembali hidup berdampingan di lingkungan yang sama sehingga menjaga harmoni sosial jauh lebih krusial dibanding hasil pemilihan itu sendiri.
Keamanan dan Kondusifitas Tanggung Jawab Bersama
Lebih lanjut, Abie FU juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, stabilitas dan ketertiban selama proses Pilkades serentak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan semata. Kesadaran kolektif harus dimulai dari tingkat individu, keluarga, hingga lingkup rukun tetangga demi terciptanya suasana pemilihan yang aman, damai, tertib, dan lancar.
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi sendiri, yang turut mengusung inovasi tata kelola modern seperti sistem digital, diharapkan dapat berjalan sukses secara substansi maupun prosedural. Seruan moral dari figur seperti Abie FU menjadi pengingat penting bahwa esensi utama dari demokrasi di tingkat desa adalah mencari pemimpin terbaik untuk membangun daerah, tanpa harus mengorbankan nilai persaudaraan dan kebersamaan warga.
Redaksi


