idetik.id|Tangsel
Rapat kerja dan pembinaan di laksanakan di villa coolibah cianjur,Jawa barat,diikuti oleh seluruh penyuluh agama lintas
Satuan kerja,kepala KUA,serta unsur analis kepegawaian dan perencanaan.Ketua Panitia : Euis Samhati
“Menjadi penyuluh agama adalah amanah yang melahirkan rasa memiliki dan kebanggaan. Rasa memiliki tumbuh dari ikatan batin dengan umat: penyuluh hadir bukan sebagai orang luar, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Setiap nasihat, teladan, dan kehadiran nyata dalam suka-duka umat adalah wujud tanggung jawab moral yang meleburkan diri dengan mereka. Dakwah pun tidak berhenti pada kata-kata, melainkan menjadi pengabdian yang hidup dan relevan.
Di sisi lain, kebanggaan dan kemuliaan hadir karena penyuluh mengemban amanah mulia, warisan para nabi, untuk menuntun masyarakat menuju nilai-nilai luhur. Kebanggaan itu bukan sekadar status, melainkan kehormatan sebagai penjaga moral dan spiritual bangsa. Melayani umat ada kemuliaan kami sebuah kesadaran bahwa pelayanan bukan beban, melainkan kehormatan yang meneguhkan martabat. Dengan ikhlas melayani, penyuluh agama menjadi cahaya peradaban, rendah hati dalam pelayanan, namun tegak dalam pengabdian”.
Ujar Ketua Umum IPARI Kota Tangerang Selatan
Dr. H. San Ridwan Maulana, SSI, SPdI, MM.(Mustopa)












