Scroll Untuk Baca Artikel
Dinas pendidikanHukumKabupaten BogorMabes PolriNewsPemerintahPendidikanPeristiwaPolda Jawa BaratPolriProvinsi jawa Barat

Siswa SMK Harapan Ciseeng Kecewa Hasil Tes Akademik, Kepala Sekolah Benarkan Ada Dugaan Intimidasi Guru

×

Siswa SMK Harapan Ciseeng Kecewa Hasil Tes Akademik, Kepala Sekolah Benarkan Ada Dugaan Intimidasi Guru

Sebarkan artikel ini
oplus_32

idetik.id | Kabupaten Bogor – Suasana pendidikan di SMK Harapan, yang berlokasi di Kampung Cileley RT 02/06, Desa Cibentang, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik.

Hal ini menyusul adanya keluhan dari salah satu wali murid yang mempertanyakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan pihak sekolah.

Scroll Untuk Baca Artikel
Scroll Untuk Baca Artikel

Menurut informasi yang diterima, banyak siswa mengikuti pendaftaran TKA tersebut, namun hanya dua orang siswa yang dinyatakan lulus atau terpilih, sementara lainnya dinyatakan tidak lolos tanpa penjelasan yang transparan.

Kondisi ini memunculkan kekecewaan di kalangan siswa, yang kemudian diungkapkan melalui status WhatsApp masing-masing sebagai bentuk protes dan luapan perasaan.

Namun, kejadian ini justru berujung pada dugaan intimidasi dari salah satu guru, yang disebut mengancam akan menunda kelulusan dan menahan ijazah siswa jika status WhatsApp tersebut tidak segera dihapus.

Kepala Sekolah SMK Harapan, Heru, saat dikonfirmasi oleh awak media dan aktivis Bogor Raya, membenarkan adanya dugaan tindakan intimidatif tersebut. “Ya, memang ada laporan mengenai pernyataan guru yang dianggap menekan siswa terkait status di media sosial.

Kami sedang menindaklanjuti dan memberikan pembinaan kepada pihak yang bersangkutan,” ujar Heru.

Heru juga menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak membenarkan adanya ancaman terhadap siswa dalam bentuk apapun, dan akan menegakkan disiplin sesuai aturan sekolah.

Ia mengimbau para siswa dan wali murid untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan melalui jalur resmi.

Sementara itu, sejumlah orang tua murid dan aktivis pendidikan di Bogor Raya menilai kejadian ini mencerminkan kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dan peserta didik.

Mereka berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dapat menelusuri kebenaran dugaan intimidasi tersebut serta memastikan tidak ada bentuk diskriminasi atau tekanan psikologis terhadap siswa di lingkungan sekolah.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sekitar, terutama karena menyangkut hak pendidikan dan kebebasan berekspresi siswa di era digital. Banyak pihak berharap SMK Harapan dapat segera mengambil langkah pembenahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Red”Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: EITS......MAU COPAS YA? NULIS SENDIRI DONK !!